Archive for August 18, 2017

Kendali Motor Otomatis dan Metering pada Trainer

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK  UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

LAPORAN PRAKTIK MESIN LISTRIK
No. 03/PIL/10 Kendali Motor Otomatis

dan Metering pada Trainer

Nama   :

Nika Febriani

Tgl : 12/03/2017 Dosen Pengampu : NIM    : 15501241004
Semester : 4 Drs. Setya Utama M.Pd Kelas   : D1

 

  1. Tujuan
  2. Mahasiswa dapat menggambarkan rangkaian kendali motor berurutan otomatis.
  3. Mahasiswa dapat menyebutkan nama komponen kendali motor berurutan otomatis.
  4. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian kendali motor berurutan otomatis.
  5. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian kendali motor berurutan otomatis.
  6. Mahasiswa mampu mengoperasikan atau menjalankan rangkaian kendali motor berurutan otomatis.
  7. Mahasiswa dapat menggambarkan rangkaian kendali motor bergantian otomatis.
  8. Mahasiswa dapat menyebutkan nama komponen kendali motor bergantianotomatis.
  9. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian kendali motor bergantian otomatis.
  10. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian kendali motor bergantianotomatis.
  11. Mahasiswa mampu mengoperasikan atau menjalankan rangkaian kendali motor bergantianotomatis.
  12. Mahasiswa dapat menggambarkan rangkaian kendali motor 3 fasa putar kanan-kiri otomatis.
  13. Mahasiswa dapat menyebutkan nama komponen kendali motor 3 fasa putar kanan-kiri otomatis.
  14. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian kendali motor 3 fasa putar kanan-kiri otomatis.
  15. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian kendali motor 3 fasa putar kanan-kiri otomatis.
  16. Mahasiswa mampu mengoperasikan atau menjalankan rangkaian kendali motor 3 fasa star-delta
  17. Mahasiswa dapat menggambarkan rangkaian kendali motor 3 fasa star-delta
  18. Mahasiswa dapat menyebutkan nama komponen kendali motor 3 fasa star-delta
  19. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian kendali motor 3 fasa star-delta
  20. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian kendali motor 3 fasa star-delta
  21. Mahasiswa mampu mengoperasikan atau menjalankan rangkaian kendali motor 3 fasa star-delta
  22. Mahasiswa dapat menggambarkan rangkaian metering ampermeter dan voltmeter.
  23. Mahasiswa dapat menyebutkan nama komponenmetering ampermeter dan voltmeter.
  24. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaianmetering ampermeter dan voltmeter.
  25. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian metering ampermeter dan voltmeter.
  26. Mahasiswa mampu mengoperasikan atau menjalankan rangkaian metering ampermeter dan voltmeter.

 

  1. Alat dan Bahan
  2. Trainer kit kontrol yang meliputi :
    1. Magnetic Contactor (MC)…………………………………………………………….. 3 buah
    2. Push Button ON………………………………………………………………………….. 2 buah
    3. Push Button OFF………………………………………………………………………… 2 buah
    4. MCB 1 fasa………………………………………………………………………………… 1 buah
    5. MCB 3 fasa………………………………………………………………………………… 2 buah
    6. Over Load (OL)………………………………………………………………………….. 1 buah
    7. Lampu Indikator…………………………………………………………………………. 3 buah
    8. Time Delay Relay (TDR)……………………………………………………………… 1 buah
    9. TDR by Relay…………………………………………………………………………….. 1 buah
  3. Motor listrik 1 fasa…………………………………………………………………………………. 1 buah
  4. Motor listrik 3 fasa…………………………………………………………………………………. 1 buah
  5. Modul lampu pijar pengganti motor…………………………………………………………. 1 buah
  6. Kabel jumper / penghubung……………………………………………………………… secukupnya
  7. Current Transformator (CT)……………………………………………………………………. 3 buah
  8. Amperemeter panel………………………………………………………………………………… 3 buah
  9. Selector voltmeter………………………………………………………………………………….. 1 buah
  10. Voltmeter panel…………………………………………………………………………………….. 1 buah

 

 

  1. Gambar Rangkaian
  2. 1Kendali motor berurutan otomatis

  1. Kendali motor bergantian otomatis

3.

3.Kendali motor putar kanan – kiri otomatis

  1. Kendali motor 3 fasa star – delta otomatis

 

 

  1. Rangkaian metering amperemeter dan voltmeter.

 

 


  1. Analisa data dan Prinsip Kerja

 

  1. Prinsip kerja rangkaian kendali motor berurutan otomatis

Motor 2 akan hidup secara otomatis setelah motor 1 hidup. MC K1 digunakan untuk mengendalikan motor 1 dan MC K2 digunakan untuk mengendalikan motor 2. Ketika Push Button ON ditekan arus akan mengalir menuju koil K1 dan mengaktifkan K1 serta memberikan sumber tegangan ke timer T1 sehingga mengaktifkan timer, saat Push Button ON terlepas, arus akan tetap mengalir ke koil K1 dan timer melalui kontak NO K1 yang aktif sehingga motor 1 tetap dapat berjalan. Setelah perhitungan waktu pada timer selesai, kontak NO pada timer akan menutup dan arus mengalir menuju ke koil K2 dan mengaktifkan K2 sehingga motor 2 berjalan. Jika Push Button OFF ditekan maka arus dari sumber yang mengalir ke koil K1 dan K2 akan terputus sehingga motor 1 dan motor 2 akan berhenti.

 

  1. Prinsip kerja rangkaian kendali motor bergantian otomatis

Motor 1 akan berjalan setelah Push Button ON ditekan, dan akan mati secara otomatis setelah beberapa saat, beberapa saat kemudian motor 2 baru menyala dan akan mati jika Push Button OFF ditekan.

MC K1 digunakan untuk mengendalikan motor 1 dan MC K2 digunakan untuk mengendalikan motor 2. Ketika Push Button ON ditekan arus akan mengalir melalui kontak NC timer T1 dan mengaktifkan perhitungan waktu pada timer T1 dan koil K1 sehingga motor 1 menyala dengan durasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan pada timer T1. Setelah batas waktu timer T1 berakhir maka kontak NO dan NC pada timer T1 akan aktif dan mengalirkan arus menuju timer T2 dan mengaktifkan perhitungan waktu T2. Setelah perhitungan waktu pada T2 selesai kontak NO T2 akan aktif dan mengalirkan arus menuju koil K2 dan menghidupkan motor 1. Jika Push Button OFF ditekan maka arus dari sumber akan terputus dan dapat menonaktifkan motor, baik motor 1 maupun motor 2 karena tidak ada arus yang mengalir ke MC K1 dan K2.

 

 

 

 

  1. Prinsip kerja rangkaian kendali motor 3 fasa putar kanan – kiri

 

      Motor akan berputar ke kanan setelah Push Button ON ditekan, dan akan mati secara otomatis setelah beberapa saat. Beberapa saat kemudian motorakan berputar  ke kiri secara otomatis. Motor akan mati jika Push Button OFF ditekan.

MC K1 digunakan untuk putaran motor ke kanan (Forward) dan MC K2 digunakan untuk putaran motor ke kiri (Reverse). Ketika Push Button ON ditekan arus akan mengalir melalui kontak NC timer T1 dan mengaktifkan perhitungan waktu pada timer T1 dan koil K1 sehingga motor berputar ke kanan (Forward) dengan durasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan pada timer T1. Setelah batas waktu timer T1 berakhir maka kontak NO dan NC pada timer T1 akan aktif dan mengalirkan arus menuju timer T2 dan mengaktifkan perhitungan waktu T2. Setelah perhitungan waktu pada T2 selesai kontak NO T2 akan aktif dan mengalirkan arus menuju koil K2 dan memutar motor ke kiri (Reverse). Jika Push Button OFF ditekan maka arus dari sumber akan terputus dan dapat menonaktifkan motor karena tidak ada arus yang mengalir ke MC K1 dan K2.

 

  1. Prinsip kerja rangkaian kendali motor 3 fasa star – delta

Motor akan tersambung bintang saat pertama kali dihidupkan, kemudian setelah beberapa saat motor akan tersambung delta secara otomatis dalam beberapa saat kemudian mati secara otomatis. Pada saat perpindahan star delta motor harus berhenti terlebih dahulu walaupun hanya beberapa saat, maka perlu menggunakan porinsip interlock.

Ketika Push ButtonON ditekan, arus akan mengalir melalui kontak NC timer T1 menuju koil K1 dan menggerakkan kontak magnet K1 sehingga K1 aktif. Arus akan mengalir melalui kontak NC T2 dan kontak NC K2 menuju koil K3 sehingga motor akan menyala dan tersambung bintang selama perhitungan waktu pada T2 berjalan. Arah arus dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar pergerakan arus saat push button ON ditekan

Setelah perhitungan waktu pada T2 selesai, kontak NC T2 akan terputus dan kontak NO T2 akan terhubung sehingga mengaktifkan T1 dan arus dapat mengalir melalui kontak NC K3 menuju koil K2 sehingga K2 dapat aktif dan motor tersambung bintang selama perhitungan waktu pada T1 berjalan. Setelah perhitungan waktu pada T1 selesai, kontak NC pada T1 akan terputus dan memutus arus yang menuju K1 sehingga arus tidak dapat mengalir menuju motor dan motor berhenti. Motor akan berhenti jika Push Button OFF ditekan.

Gambar arah pergerakan arus saat T2 ON

 

  1. Prinsip kerja rangkaian metering amperemeter dan voltmeter

Trafo CT berfungsi untuk menurunkan arus dengan perbandingan tertentu agar dapat dilakukan pengukuran arus dengan ampere meter. Kumparan primer trafo dirangkai seri dengan suber dan motor, sedangkan rangkaian sekunder trafo dihubungkan ke ampere meter.Pemasangan selector voltmeter dipasang paralel dengan beban, sesuai dengan prinsip pemasangan voltmeter. Keluaran selector voltmeter langsung dihubungkan ke voltmeter.

 

 


 

  1. Kesimpulan

Dari praktik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada rangkaian kendali motor secara otomatis pada trainer komponen yang digunakan yaitu Time Delay Relay (TDR) dan TDR by Relay. TDR digunakan untuk menggantikan Push Button. TDR  bekerja dengan prinsip perhitungan waktu, TDR akan mengaktifkan kontak NO dan NC nya jika perhitungan waktu yang diatur pada TDR tersebut selesai.

Dalam praktik motor STAR DELTA secara otomatis terdapat perpindahan arus yang sangat cepat, maka perlu dilakukan interlock dikarenakan jika tidak melakukan interlock dapat mengakibatkan kerusakan motor. interlock dilakukan dengan cara MC K2 di seri dengan NC pada K3 dan MC K3 di seri dengan NC K2.

Dalam melakukan pengukuran arus rangkaian power motor 3 fasa diperlukan Current Transformatior (CT) dikarenakan arus yang mengalir pada rangkaian sangat tinggi dan tidak dapat terbaca oleh amperemeter, sehingga diperlukan penurunan arus dengan perbandingan tertentu untuk melakukan pengukuran. Penurunan arus tersebut dapat dilakukan dengan memasang Current Transformatior (CT). Dalam pemasangan selector voltmeter prinsipnya sama dengan pemasangan voltmeter, yakni dipasang paralel dengan beban.

Sleman, 13 Maret 2017
Praktikan
Nika Febriani

NIM 15501241004

 

Kendali Motor 3 fasa Bergantian Otomatis, Membalik arah Putar Otomatis, Berurutan Otomatis, Bintang Segitiga Otomatis Pada Trainer, Matering Amperemeter dan Voltmeter

LAPORAN INSTALASI LISTRIK INDUSTRI

Kendali Motor 3 fasa Bergantian Otomatis, Membalik arah Putar Otomatis, Berurutan Otomatis, Bintang Segitiga Otomatis Pada Trainer, Matering Amperemeter dan Voltmeter

Nama   :Nika Febriani

NIM    :15501241004

Prodi   :Pendidikan Teknik Elektro S1

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017

 

  1. TUJUAN

Mahasiswa dapat menggambar rangkaian dan merangkangkai pada trainer :

  1. Kendali Motor Bergantian Otomatis
  2. Kendali Motor Membalik Arah Putar Otomatis
  3. Kendali Motor Beruruan Otomatis
  4. Kendali Motor Bintang Segitiga Otomatis
  5. ALAT DAN BAHAN

Alat

  1. Magnetic Contactor (MC)
  2. Push Button On
  3. Push Button Off
  4. MCB 1 Fasa
  5. OL
  6. Lampu Indikator
  7. MCB 3 fasa
  8. TDR Relay
  9. Motor Listrik
  10. Kabel penghubung
  11. DATA PENGAMATAN

Terlampir

  1. ANALISIS DATA
    1. Kendali Motor Bergantian Otomatis

Pada rangkaian kendali ini menggunakan 1 MC, 2 PB ON dan 1 PB OFF. Prinsip dari rangkaian ini adalah saat salah satu motor dinyalakan makan motor lain tidak bisa dinyalakan karena pada rangkaiannya sebelum masuk MC masing masing dari PB ON terlebih dahulu masuk ke kontak NC MC sebelahnya. Jadi saat PB ON 1 ditekan maka NC pada MC 2 akan membuka dan apabila ditekan tidak akan ON sebelum MC 1 di OFF kan. Dan pada setiap PB ON tetap dikunci dengan NO masing masing agar bisa tetap menyala saat PB dilepas

  1. Kendali Motor Membalik Arah Putar Manual

Pada rangkaian kendali ini menggunakan 1 MC, 2 PB ON dan 1 PB OFF. Prinsip kendali dari rangkaian ini hamper sama dengan kendali motor bergantian. Teteapi hanya mengguankan 1 motor saja yang akan dig anti rah putarnya. Jadi pada rangkaian powernya fasa yang masuk ke motor 2 diantaranya dibalik contoh fasa R dengan S.

  1. Kendali Motor Berurutan Manual

Untuk kendali motor berurutan ada 3 macam dan masing masing berbeda rangkaian kontrol dan prinsipnya. Untuk yang hidup bersama mati berurutan yaitu PB OFF dirangkai seri dengan ON 1 lalu ON 2 disambungkan setelah ON 1, jadi motor 2 tidak bisa di nyalakan jika motor 1 belum dinyalakan. Untuk setiap PB ON dikunci dengan kontak NO masing masing.

Untuk yang hidup berurutan mati berurutan. OFF 1 di seri dengan ON 1 lalu OFF 2 seri dengan ON 2 disambung setelah ON 1. Untuk setiap PB ON dikunci dengan kontak NO masing masing. Dan khusus PB OFF 1 dikunci dengan kontak NO 2, jadi motor 2 belum bisa dinyalakan jika  motor 1 belum menyala dan motor 1 tidak bisa dimatikan jika motor 2 belum dimatikan.

Unuk yang terakhir yaitu hidup bersama mati berututan, OFF 1 diseri dengan ON dan OFF 2 didapatkan setelah ON, tetapi sebelum masuk OFF sebelumnya disambung dengan kontak NC 1 yang dipararel dengan kontak NO 2. Dan seperti tadi OFF 1 dipararel dengan kontak NC 2, dan untuk kontak ON dipararel dengan kontak NO 1. Jadi saat ON ditekan kedua motor akan menyala karena NC 1 sudah dikunci dengan NO 2, lalu motor 1 tidak bisa dimatian sebelum motor 2 dimatikan karena ada kontak NO 2 yang terus member sumber ke MC 1 swalaupun OFF 1 ditekan.

  1. Kendali Motor Bintang Segitiga Manual

Untuk kendali motor bintang segitiga mengunakan 3 MC yaitu 1 MC sebagai MC utama dan 2 lainnya sebagai pemindah dari bintang ke segitiga. Untuk prinsipnya OFF diseri dengan ON lalu setelah ON masuk MC 1 dan masuk ke jogging switch, ON jogging switch disambungkan ke MC 3 untuk sambungan segitiga yang sebelumnya diseri dengan NC 2 dan OFF jogging switch disambungkan ke MC 2 untuk sambungan bintang yang sebelumnya diseri dengan NC 3. Jadi saat ON ditekan makan MC 1 dan 2 akan menyala karena MC 1 langsung nyambung dari ON dan MC 2 tersambung dengan NC atau OFF jogging switch. Lalau saat jogging switch di ON kan maka MC 2 akan mati dan MC 3 menyala sedangkan MC 1 tetap menyala. Untuk rangkaian powernya dari fasa RST masuk ke MC1 lalu masuk ke U1 V1 dan W1 lalu U2 V2 dan W2 masuk ke MC 2 lalu disis sebelahnya dinuat seperti sambungan bintang. Untuk MC 3 dibuat seperti sambunag segitiga dengan jumper dari MC1 dan MC2.

 

 

  1. KESIMPULAN

Dari data pengamatan dan analisis yang ada dapat disimpulkan dalam setiap rangkaian kendali dengan alat yang sama maka belum  tentu  sama jadinya. Tergantung bagaimana kita merangkainya contoh jika menyambungkan ON 2 sebelum ON1 maka akan jadi bergantian dan jika kita menyambungkan setelah ON 1 maka akan jadi berurutan. Jadi setiap rangkaian kendali mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Oleh karena itu juga rangkaina kendali yang ada juga berbeda walaupun alat dan bahan yang digunakan sama.

Identifikasi Komponen Listrik 3 Fasa

LAPORAN PRAKTIKUM

Identifikasi Komponen Listrik 3 Fasa

 

Dibuat Oleh:

Nika Febriani

15501241004

 

 

 

 

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017

  1. Judul

Identifikasi komponen listrik 3 fasa

  1. Tujuan Praktik

Setelah pratik diharapkan mahasiswa dapat :

  1. Mengidentifikasi komponen-komponen kelistrikan 3 fasa
  2. Mengetahui fungsi dari masing-masing komponen kelistrikan
  3. Mengetahui prinsip dan cara kerja dari masing-masing jenis komponen instalasi listrik
  4. Alat dan Bahan
  5. Alat Tulis
  6. Kamera/Handphone
  7. Kertas Gambar
  8. Data Pengamatan
  9. Komponen yang diidentifikasi
  10. Pengertian dan fungsi komponen
  11. Jenis-jensi komponen
  12. Spesifikasi yang tercantum dalam komponen
  13. Gambar komponen secara fisik dam secara simbol kelistrikannya
  14. Prinsip dan cara kerja komponen
  15. Analisis data
  16. Time Delay Relay

TDR (Time Delay Relay) sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis. Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor, maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya pengisian kapasitor.

  1. Thermal Overload Relay

Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.

  1. No Fuse Breaker

NFB dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai pemutus tanpa sekering, berfungsi untuk menghubungkan dan memutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu juga berfungsi untuk memutuskan/melindungi beban dari arus yang berlebihan ataupun jika terjadi hubung singkat. Cara kerja NFB, ketika arus yang mengalir melaluinya melebihi dari nilai yang tertera pada NFB maka secara otomatis NFB akan memutuskan arusnya gambar diatas adalah NFB 3 Phase umumnya digunakan pada instalasi motor induksi atau breaker pada panel kontrol.

  1. Miniatur Circuit Breaker

MCB merupakan kependekan dari Miniatur Circuit Breaker. MCB berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Pada dasarnya MCB 3 phasa adalah gabungan dari tiga buah MCB 1 phasa.

  1. Motor Listrik 3 Fasa

Motor listrik 3 fasa adalah motor yang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya. Prinsip kerja dari motor listrik 3 fasa ini sebenarnya sangat sederhana. Bila sumber tegangan 3 fase dialirkan pada kumparan stator, maka akan timbul medan putar dengan kecepatan tertentu.

  1. Magnetic Contactor

Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar dengan menggunakan daya minimal. Prinsip kerja sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka.

  1. Voltmeter

Voltmeter yaitu alat ukur yang digunakan mengukur besaran dari tegangan listrik. Pada voltmeter terdapat lilitan yang mengandung impedansi, dimana besarnya impedansi ini kecil. Hal ini berfungsi untuk akurasi dari pembacaan alat ukur voltmeter ini.

  1. Switch Voltmeter

Switch voltmeter yaitu sakelar yang berfungsi untuk menunjukkan besaran tegangan pada listrik 3 fasa. Dimana pada switch voltmeter ini dapat menunjukkan tegangan pada masing-masing fasa saat tegangan antar fasa.

  1. Current Transformator

Current transformator berfungsi sebagai penurun arus dari besar ke kecil, sebagai isolasi dari tegangan.

  1. Kesimpulan

Pada trainer komponen yang diidentifikasi cukup banyak dan yg lebih ditekankan yaitu bagaimana teknik untuk penyambungan dari komponen,komponen penunjang dari ketahanan komponen yang diidentifikasi. Misalnya untuk penyambungan kawat serat perlu di solder terlebih dahulu agar semakin kuat dan dipasang sepatu pada sambungan agar tahan lama. Pada panel yang perlu diidentifikasi sama seperti pada trainer dan lebih ditekankan pada kelayakan komponen.

IDENTIFIKASI DAN OBSERVASI KOMPONEN INSTALASI PADA MDP, SDP, DAN GENSET

LAPORAN JOB 1

IDENTIFIKASI DAN OBSERVASI KOMPONEN INSTALASI PADA MDP, SDP, DAN GENSET

Dosen Pembimbing : Drs. Setya Utama, M.Pd.

 

 

NAMA            : Nika Febriani

NIM                : 15501241004

KELAS           : D1 2015

PRODI            : Pendidikan Teknik Elektro

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017

 

 

  1. Tujuan

 

  1. Menggambar sistem distribusi tenaga listrik dari MDP hingga ke SDP di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
  2. Mengetahui komponen yang terdapat dalam MDP dan SDP
  3. Membuat layout dari rumah genset di Fakultas Teknik

 

  1. Alat dan Bahan

 

  1. Kamera
  2. Alat Tulis
  3. Helm Proyek

 

  • Data Pengamatan

 

  1. Terlampir

 

  1. Analisis Data

 

Dalam MDP terdapat :

  1. MCCB Motorized sebagai pengaman utama dari suplai PLN kapasitas 800A
  2. Rangkaian ATS
  3. MCCB Manual sebagai pengaman utama dari suplai Genset kapasitas 630A
  4. MCCB Manual sebagai pengaman tingkat 2 setelah dibagi untuk tiap gedung jurusan kapasitas 250A dan 100A
  5. Busbar sebagai penghantar berbentuk plat
  6. Voltmeter, Selektor Voltmeter, Ampermeter, dan lampu indikator

Dalam SDP 1 (Barat Bengkel Instalasi Listrik) terdapat :

  1. Saklar handle
  2. MCB sebagai pengaman utama kapasitas 50A
  3. Fuse sebagai pengaman tambahan kapasitas 160A

MCB dan Fuse dipasang seri agar pegamanan jaringan menjadi ganda dan lebih aman. MCB dapat bekerja secara termis maupun secara elektromaknetis, sedangkan Fuse hanya bekerja secara termis. Akan tetapi, untuk MCB terdapat kelemahan apabila terjadi korosi pada komponen MCB sehingga terjadi malfungsi trip MCB. Untuk itu, fuse dipasang sebagai pengaman pendukung yang memiliki ketahanan lebih bagus dibanding MCB meskipun tidak memiliki fungsi kerja secara elektromaknetis.

 

Dalam SDP 2 (Utara Kantor Pengajaran) terdapat :

  1. Saklar handle
  2. NFB sebagai pengaman utama kapasitas 100A
  3. MCB sebagai pengaman bantu setelah dibagi menjadi beberapa grup ruangan kapasitas 20A dan 10A
  4. Fuse holder sebagai pengaman pada lampu indikator, voltmeter dan alat pendukung lain
  5. Lampu indikator, voltmeter, selektor voltmeter dan ampermeter

 

  1. Kesimpulan

 

MDP merupakan singkatan dari Main Distribution Panel dan berisikan pengaman, busbar, ATS. Suplai tenaga yang dibagi adalah dari PLN dan dari Genset. Pemasangan pada kaki volt meter dan alat bantu lainnya menggunakan sepatu kabel dan diamankan fuse pada fuse holder. Penghantar plat (busbar) dipakai untuk penghantar tenaga dengan berbagai indikator warna.

ATS merupakan singkatan dari Automatic Transfer Switch sebagai alat pensaklaran untuk pergantian tenaga antara PLN dan Genset. Instalasinya pada TDR juga menggunakan kabel fleksibel dan sepatu kabel.

SDP merupakan singkatan dari Sub Distribution Panel dan merupakan panel yang berisikan pengaman sekunder sebagai panel pembagi menuju SDP tingkat selanjutnya. Terdapat sedikit busbar, dan setelah melewati  saklar handle menggunakan kabel pejal dengan sepatu kabel juga.